Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas mendorong perhatian yang lebih besar terhadap perlindungan anak dan remaja di ruang digital. Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai platform digital global kembali menyoroti fitur-fitur keamanan yang dirancang untuk menciptakan pengalaman online yang lebih aman dan sesuai usia bagi pengguna muda.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip age-appropriate experience atau pengalaman digital yang disesuaikan dengan kelompok usia pengguna. Berbagai platform kini menerapkan pembatasan interaksi, pengaturan privasi yang lebih ketat, hingga kontrol orang tua untuk membantu mengurangi risiko paparan konten sensitif dan interaksi yang tidak diinginkan.
Sejumlah platform besar seperti Meta, TikTok, Roblox, dan YouTube telah menghadirkan fitur khusus yang memungkinkan orang tua dan remaja memiliki kontrol lebih besar terhadap aktivitas digital mereka.
Pembatasan Usia Jadi Standar Baru
Salah satu pendekatan yang semakin banyak diterapkan platform digital adalah konsep PG-13 atau pengalaman yang dirancang sesuai kelompok usia remaja. Melalui pendekatan ini, pengguna yang masih berusia muda mendapatkan perlindungan tambahan secara otomatis.
Penerapannya mencakup pengaturan privasi lebih kuat sejak awal pembuatan akun, pembatasan terhadap konten sensitif, hingga pengaturan interaksi lebih protektif dibandingkan dengan akun pengguna dewasa.
Tujuannya bukan hanya untuk mengurangi risiko paparan konten yang tidak sesuai usia, tetapi juga membantu remaja membangun kebiasaan digital yang lebih sehat sejak dini.
Platform-platform digital kini semakin mengedepankan prinsip bahwa keamanan daring bukan sekadar tanggung jawab pengguna, melainkan juga bagian dari desain layanan yang mereka sediakan.
Meta Perkuat Perlindungan Lewat Teen Accounts
Meta menjadi salah satu perusahaan teknologi yang paling aktif menghadirkan fitur keamanan khusus remaja melalui Teen Accounts di Instagram. Fitur ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang lebih aman dan sesuai usia.
Fokus utamanya mencakup tiga aspek yang selama ini menjadi perhatian banyak orang tua, yakni dengan siapa remaja berinteraksi, konten yang mereka lihat, serta durasi penggunaan media sosial setiap hari.
Salah satu perlindungan utama yang diterapkan adalah akun privat secara otomatis. Dengan pengaturan ini, hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat konten dan berinteraksi dengan akun remaja.
Meta juga menerapkan kontrol pesan lebih ketat. Pengguna remaja hanya dapat menerima pesan dari orang yang sudah mereka ikuti atau pernah terhubung sebelumnya. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko komunikasi yang tidak diinginkan dari orang asing.
Pada sisi konten, Meta mengaktifkan pengaturan Sensitive Content Control pada tingkat paling ketat. Kebijakan ini membantu membatasi paparan terhadap konten yang berpotensi sensitif atau tidak sesuai usia yang muncul di Explore, Reels, maupun rekomendasi lainnya.
Perlindungan tambahan juga diterapkan pada fitur interaksi. Hanya akun yang diikuti remaja yang dapat melakukan tag atau mention. Selain itu, fitur anti-perundungan seperti Hidden Words juga aktif secara otomatis untuk menyaring komentar dan pesan yang berpotensi mengandung unsur negatif.
Tidak hanya berfokus pada keamanan, Meta turut memperhatikan aspek kesejahteraan digital. Remaja akan menerima pengingat setelah menggunakan Instagram atau Threads selama 60 menit dalam sehari.