Rusia Resmi Blokir Snapchat dan FaceTime, Otoritas Sebut Dipakai untuk Aktivitas Teroris

Pemerintah Rusia melalui regulator komunikasi nasional Roskomnadzor mengumumkan pemblokiran akses ke aplikasi Snapchat dan pembatasan layanan panggilan video FaceTime per 4 Desember 2025.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya negara tersebut memperketat kontrol atas layanan onine asing. Menurut Roskomnadzor, tindakan ini diambil setelah pihak berwenang menilai bahwa kedua platform tersebut telah digunakan untuk mengorganisasi dan melakukan aksi terorisme, merekrut pelaku, serta melakukan penipuan dan aktivitas kriminal lainnya.

Mengutip The Guardian, tuduhan tersebut disampaikan tanpa disertai bukti publik. Sebagai informasi, akses ke Snapchat dikatakan telah dibekukan sejak tanggal 10 Oktober 2025, meskipun pengumuman resmi baru disampaikan pada awal bulan Desember.

Sementara itu, FaceTime, layanan video call milik Apple, juga mendapat pembatasan, dengan panggilan video dan suara diblokir di seluruh wilayah Rusia. Langkah ini menyusul rangkaian kebijakan sebelumnya.

Sebagai informasi, sejak invasi ke Ukraina pada tahun 2022 lalu, pemerintah Rusia telah memblokir platform besar seperti WhatsApp, Telegram, YouTube, dan media sosial barat lainnya. Dalam pernyataannya, Roskomnadzor menyebut tindakan kriminal dan aktivitas teror dalam negeri sebagai alasan utama.

Namun, kritikus internasional menilai bahwa pemblokiran ini bagian dari strategi Kremlin untuk memperketat kontrol atas arus informasi dan komunikasi digital, bukan semata soal keamanan. Seorang ahli kebebasan digital menyebut bahwa regulasi di Rusia memaksa setiap platform komunikasi untuk terdaftar dan memenuhi permintaan pengawasan dari aparat keamanan.

Bila platform gagal mematuhi, platform komunikasi bisa dikenai blokir. Dengan demikian, kebijakan ini membuat banyak layanan asing rentan diblokir. Pemblokiran ini mengubah drastis cara warga Rusia berkomunikasi, terlebih karena Snapchat dan FaceTime populer untuk pesan cepat, foto/video singkat, dan panggilan video secara terenkripsi.

Dampaknya, pengguna terpaksa mencari alternatif, seperti aplikasi lokal atau layanan yang disetujui pemerintah. Selain itu, kebijakan ini berdampak pada akses ke layanan global menjadi terganggu, terutama bagi mereka yang memiliki relasi internasional atau diaspora.

Author: tr3v0nbranch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *