Review Multiplayer Call of Duty: Black Ops 7

Hanya berselang 13 bulan setelah kesuksesan Black Ops 6, Treyarch dan Raven Software kembali melempar dadu dengan merilis Call of Duty: Black Ops 7. Keputusan untuk meluncurkan dua judul Black Ops secara berturut-turut adalah langkah berisiko.

Setelah menghabiskan banyak waktu di medan tempur tahun 2035, Black Ops 7 menawarkan mekanik paling inovatif dalam satu dekade terakhir, tetapi dia bukan tanpa kekurangan. Jika seri sebelumnya memperkenalkan Omnimovement (kemampuan berlari dan menyelam ke segala arah), Black Ops 7 menyempurnakannya dengan fitur utama: Wall Jump.

Mekanik ini bukan sekadar wall-running ala Black Ops 3. Ini adalah sistem pantulan fisik tempat pemain melompat ke permukaan datar dan memantul kembali. Kita dapat merangkai hingga tiga lompatan berturut-turut, menciptakan pola gerakan yang sulit diprediksi.

Dampaknya terhadap gameplay sangat masif, posisi aman (camping spots) tradisional kini nyaris punah. Musim ini, sudut aman di peta hanyalah undangan bagi musuh untuk melakukan wall jump di atas kepala dan menghujani peluru dari sudut buta.

Namun, Treyarch melakukan penyeimbangan cerdas. Tactical Sprint tidak lagi otomatis dan tanpa batas. Pemain harus mengorbankan slot Perk atau memanajemen stamina dengan hati-hati. Hal ini menciptakan kesenjangan keterampilan (skill gap) yang lebar: pemain pro akan terlihat seperti penari akrobatik mematikan, sementara pemain kasual mungkin akan merasa kewalahan oleh tempo permainan yang sangat cepat.

Diluncurkan dengan 16 peta multiplayer, Black Ops 7 tidak kekurangan konten. Desain petanya sangat dipengaruhi oleh kemampuan Wall Jump. Konsep tiga jalur klasik Treyarch kini terasa lebih berpori. Karena hampir setiap dinding bisa dipanjat atau dipantulkan, musuh bisa datang dari mana saja.

Peta seperti Blackheart (pengeboran minyak di tengah badai) dan Cortex (laboratorium bioteknologi) menonjolkan vertikalitas ini. Namun, ada kritik valid bahwa desain ini merusak aliran peta (map flow) dan kontrol wilayah, membuat mode objektif seperti Domination terasa kacau balau.

Author: tr3v0nbranch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *